Senin, 14 Oktober 2013

Amalan untuk Hari Arafah (Sebagian Amalan)

Bagi kaum Muslimin jangan terlewatkan untuk melakukan amalan di Hari Arrafah, 9 Dhzulhijjah untuk Shaum Arrafah yang mana manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Muslim sejagat terutama dalam meraih ampunan Allah Swt, sebagai mana diterangkan dalam Al-Hadits   “ setahun kebelakang dan setahun ke depan mereka yang ikhlas bershaum di hari arafah dan memenuhi kriteria Allah Swt mereka akan mendapat pengampunan (dihapuskan) atas dosa-dosanya {terjamah bebas)…. Wallahu a’lam….


سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Dalam bershaum jangan lewatkan untuk berdoa’ adapun doa’ yang dianjurkan sebagaimana diriwayatkan dalam Al hadits  yang menegaskan sebagai berikut


خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Oleh Masdar: dari berbagai sumber, sebelum revisi sebelumnya telah diterbitkan di FB

Keutamaan aktifitas Menjelang Tidur Malam Hari.

Sebaik-baiknya kegiatan menjelang tidur tiada yang lebih baik dalam ridha Allah Swt, kecuali bermuhasabah diri tentang diri dan Ilaahii Rabbii, dengan diimbangi beristighfar, dan diakhiri melapalkan ayat suci Al-Qura'n atau sebalinya, tergantung mana dulu yang akan diamalkan, asalkan keduanya dapat diamalkan. Sebagai muslim hp jadikan media tasbih, chating jadikan "pepeling (basa Sunda) / Pengingat saling tukar nasihat" ....
Sebagai alternatif, Subbhanallah...
Al hadits menyatakan Keutamaan membaca Ayat-ayat suci Al Qura'n terutama dari surat Al Baqarah bilamana dibaca malam hari menjelang tidur dengan ikhlas lillaahita a' la maka ini akan membantu memperlancar dan mempermudah urusan kita dengan tidak diduga-duga sebelumnya, karena dengan bersyukur kita akan merasa terpenuhi dari hakikat keberhasilan dan asa yang sungguh dirahmati Allah Swt seutuhnya, walaupun terkadang menurut akal kita itu bukan sebagai keberhasilan karena kita masih terselimuti ambisi. ... Aamiin... Al hadits:
"Man qara a bil aa ya taini min aa khiri suuratil baqarati fii lailati kafataa hu"
Barang siapa membaca dua ayat (terakhir/ayat yang lain pun boleh) dari surat Al Baqarah di malam hari, maka kedua ayat itu mencukupinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bertepatan dengan itu mari mulai malam ini kita amalkan mulai dengan ayat di bawah ini:
Lillaahi maa fissamaawaati wa maa filardhi, wa intubduu maa fii anfusikum au tukhfuuhu yuhaa sibkum bihillahu, fayaghfiru limayyasyaau' wa yua'dzibu mayyasyaau', wallaahu a'laa kulli syai in Qadiirun.
Aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi mirrahihii wal mu'minuuna, kullun aamana billaahi wa malaai'katihii wa kutubihii wa rasulihii, laanufarriqu baina ahadim mirrusulihii, wa qaaluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiiru.
Rabbanaa laa tu' aakhidznaa innasiinaa au akhtha'na rabbanaa wa laa tahmil a'lainaa ishraan kamaa hamaltahuu a'lalladzina min qablina, rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihii wa'fu a'nnaa waghfir lana warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa alaaqaumil kaafiriina. (QS. Al Baqarah 284-286)
Selanjutnya :
Jika Saatnya tidur tiba, mari berdoa' "Bismika Allaahuma ahyaa wa biss mika Allaahuma Wa a'muut, Allaahuma aslamtu nafsii ilaika wa fawwazhtu amrii ilaika, walja'tu zhahrii ilaika, raghbatan warahbatan ilaika, laa malja a' wa laa manjaa minka illaa ilaika. Aamantu bikitaa bikall ladzii anzalta wa nabiyyikall ladzii arsalta... Amiin
Jika memungkinkan baca / Lapalkan sampai kita tertidur:
  1. Ber-istighfar "Astagfirullah Al Adhziim", secara berulang-ulang
  2. Ber- "Shahadat Tain" (Asysy hadzu al laa Ilaahaa illallaah, Wa asysy hadzu anna Muhammadarra sulullaah) berulang kali
  3. Ber-Tasbih ( Subhanallah lengkapkan dengan Lafadhz..."Wal Hamdulillah, Wa laa Ilaahaa Illallah, Wa Allahu Akbar"...) sebanyak mungkin. Hadits Muslim menerangkan bahwasanya "Seseorang yang membaca tabih seratus kali itu dituliskan baginya seribu kebaikan, dihapuskan baginya seribu dosa HR. Muslim".  Bacaan tasbih ini tidak hanya menjelang tidur saja melainkan kapan pun dan di manapun dapat kita dawamkan walau pun dalam beraktifitas.
  4. Al Fatihah
  5. Ayat Kursyi
  6. Sepuluh ayat terakhir dari Surah "Al Baqarah"
  7. Al Ikhlas ( Qulhu allahu Ahad...)
  8. A Falaq (Qul a'u'dzu birabbil falaq..)
  9. Annas (Qul a'u'dzu birabbinas...)
Niscaya dengan rasa syukur insya Allah kita akan mendapatkan kebaikan yang tak disangka-sangka sebelumnya, dalam ridha-Nya. Aamiin


Oleh Masdar: dari berbagai sumber, sebelum revisi sebelumnya telah diterbitkan di FB, http://bizisartstudio.wordpress.com

Sabtu, 16 Februari 2013

AMALAN NABI MUHAMMAD SAW PADA HARI JUMAT


Hari Jum’at sangat penting dan istimewa untuk kita perhatikan. Nabi bersabda, “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit pada hari itu ialah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masuk surga. Dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga itu.” (HR. Muslim).

Maka dari itu sebaiknya kita mengisi kegiatan di hari juma’t diantaranya dengan melakukan:
  • Berjalan kaki bila hendak mengerjakan amal kebaikan terutama ketika mau berangkat shalat Jumat.
  • Menggunakan parfum yang dianjurkan secara syariat Islam
  • Membersihkan jasmani dan ruhani dengan bertafakur dan bermuhasabah serta dengan membersihkan diri dari kotoran ruhani dan badani (kotoran secara fisik)
  • Mengisi waktu senggang perbanyak membaca ayat suci Al-Qura’n terutama surat al-Kahf
  • Perbanyak mengamalkan bacaan doa dan "bershalawat terhadap Nabi Muhammad SAW.
  • Mengamalkan  “Doa Harian Nabi” sesuai dengan ketentuan yang telah dituntunkan Nabiyullah Muhammad Saw. 


Dalam buku “Doa Harian Nabi” disebutkan bahwa ketika hari Jum’at tiba hendaknya kita membaca doa sebagai berikut:
  • “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Yang Awal sebelum penciptaan dan penghidupan. Yang Akhir setelah punah semua. Yang Mahatahu dan tak melupakan orang yang mengingat-Nya. Yang tidak mengabaikan orang yang mensyukuri-Nya. Yang tidak mengecewakan orang yang memohon kepada-Nya. Yang tidak memutuskan harapan orang yang mengharap-Nya"
  • “Ya Allah, aku minta kesaksian-Mu dan cukuplah Engkau sebagai saksi. Aku minta kesaksian seluruh malaikat-Mu. Penghuni langit-Mu dan pemikul arasy-Mu. Serta yang Engkau utus sebagai nabi-nabi dan rasul-rasul-Mu. Dan yang Engkau ciptakan dari berbagai bentuk makhluk-Mu.
  • “Aku bersaksi, sesungguhnya Engkau Allah tak ada Tuhan kecuali Engkau. Tunggal tak ada sekutu bagi-Mu dan tak ada yang setara. Firman-Mu tak berubah dan tak berganti. Dan sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. hamba-Mu dan rasul-Mu. (Ia) telah menyampaikan apa-apa yang Engkau bebankan padanya untuk semua hamba. Dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenarnya. Dan memberi kabar gembira tentang pahala yang pasti. Dia mengancam dengan siksa yang sesungguhnya.
  • “Ya Allah, teguhkan aku pada agama-Mu selama Engkau hidupkan aku. Jangan Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau tunjuki aku. Karuniakan padaku rahmat dari sisi-Mu. Sungguh Engkaulah Maha Pemberi. Limpahkan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Jadikan aku dari pengikut dan golongannya. Kumpulkan aku pada kelompoknya. Bimbinglah aku untuk melaksanakan kewajiban Jum’at. Yang Engkau wajibkan atasku untuk aku taati. Dan Engkau bagikan karunia pada Hari Pembalasan. Sungguh Engkau Mahamulia dan Mahabijaksana.”
Selain penjelasan diatas ada beberapa riwayat yang memperjelas amalan untuk diamalkan di hari Juma't diantaranya sebagai berikut:
  • Berjalan kaki bila hendak mengerjakan amal kebaikan Satu hal lagi, saat shalat Jum’at Nabi menyegerakannya dan berjalan kaki. Sebab, setiap langkah kaki kita menuju masjid dihitung oleh Allah sebagai kebaikan yang tak terhingga. Bahkan, berjalan kaki ke masjid untuk shalat Jum’at dinilai sebagai berjuang di jalan Allah (fii sabilillah)
  • Untuk mengisi waktu senggang perbanyak membaca ayat suci Al-Qura’n terutama surat al-Kahfi, Yasiin, namun hal ini jangan dijadikan suatu yang dikultuskan harus surat tersebut. Ketika hari Jum’at tiba, Nabi biasanya membaca surat al-Kahfi. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang berbunyi, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Nasai dan dishahihkan oleh al-Albani). 
  • Ada ulama yang mengatakan, surat ini sebaiknya dibaca sebelum shalat Jum’at. Tapi, ada juga yang mengatakan dibaca pada malam Jum’at atau Kamis malam, berdasarkan hadits Nabi yang berbunyi, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi malam Jum’at, akan disinari dengan cahaya antara dirinya dan antara Ka’bah.” (HR. Nasai) 
  • Selain membaca surat al-Kahfi, kita juga dianjurkan untuk banyak berdoa pada hari ini. Nabi bersabda, “... pada hari itu ada saat di mana tidaklah seorang hamba yang muslim berdo’a sedang ia juga mendirikan shalat, lalu ia memohon kepada Allah sesuatu, kecuali ia akan diberi.” (HR. Bukhari).
  • Menurut Imam Ibnu Hajar al-Asqalani yang diikuti oleh Al-Albani, waktu yang bagus untuk kita berdoa pada hari Jum’at adalah sesudah Ashar sampai matahari terbenam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi, “Carilah waktu yang sangat diharapkan (dikabulkannya do’a) pada hari Jum’at yaitu sesudah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.” (HR. Tirmidzi). Atau sabda Rasulullah yang lain, “Siang hari Jum’at itu ada dua belas jam. Tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu, kecuali akan diberikan. Utamakanlah akhir-akhir waktu sesudah shalat Ashar.” (HR. Abu Dawud).
  • Selain membaca doa di atas, pada hari Jum’at kita juga dianjurkan banyak membaca shalawat. Nabi bersabda, “Sesungguhnya seutama-utamanya hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu diciptakan Adam, pada hari itu ruhnya ditiupkan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku. Karena shalawat kalian akan sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al Albani).
  • Tentunya kita juga mesti melakukan shalat Jum’at. Ketentuan ini hanya diperuntukkan untuk kaum lelaki yang sudah akil baligh. Disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu dan memakai wangi-wangian. Nabi bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, lalu memakai wewangian jika ia punya, lalu memakai sebaik-baiknya pakaian, kemudian pergi ke masjid, lalu ruku’ sesuai yang ia mampu, tidak menyakiti orang lain, lalu diam mendengarkan hingga waktu shalat, maka itu menjadi penebus dosa-dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at sebelumnya.” (HR. Ahmad dan Thabrani).
  • Suatu hari Zaid bin Abu Maryam bertemu dengan Abayah bin Rifa’ah. Abayah berkata kepada Zaid yang waktu itu hendak berangkat menunaikan shalat Jum’at, “Bergembiralah, karena langkah-langkah engkau ini adalah fii sabilillah. Aku pernah mendengar Abu Abs berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berdebu kakinya di jalan Allah, maka kedua kaki itu diharamkan dari api neraka.” (HR. Tirmidzi).

Demikian beberapa kebiasaan Nabi Muhammad Saw. pada hari Jum’at semoga kita dapat beristiqamah sehingga dapat mendatangkan Berkah dan Ridha Allah SWT. Amin....

Disusun oleh Masdar dari berbagai sumber cetak dan elektronik, Sabtu, 6 Jumadil Awal 1434  Hijriah (Sabtu, 16 Februari 2013)

DOA KETIKA DI PUJI ORANG

DOA KETIKA DI PUJI ORANG Salaam Santun diawal Ramadhan.....  Semoga kita saling memaafkan dan tetap beristiqamah dalam kebajikan, T...